Tiket untuk Dongeng

116196046_3249887365118905_8787211156846648365_n

Perjalanan baru saja dimulai. Pemanasan ‘permainan’ (baca:tugas) kemarin cukup seru untuk diikuti. Walaupun awalnya sempat bingung dan agak tertatih mengejar tapi akhirnya mulai paham ritme dan alurnya. Sebenarnya telat banget ya baru paham sekarang. Tapi ya sudahlah ya mungkin efek lama tidak berfikir sistematis dan agak serius.

Dari awal memutuskan mendaftar sudah berencana memilih komponen Institut Ibu Profesional. Setelah berkunjung ke unit-nya rasanya makin mantap untuk ikut. Di sisi lain berkata pada diri sendiri untuk menyiapkan diri untuk menginvestasikan waktu dan tenaga untuk mengikutinya. Dibanding komponen yang lain sepertinya komponen ini yang paling terasa ‘menantang’ (pendapatku aja sih). Tapi dari spoilernya aja rasanya semakin menarik dan tertarik.

Komponen lain apa kabar? Semua komponen menarik sih sebenarnya. Tapii saat ini diriku tidak cukup PD untuk mengambil dua atau lebih komponen sekaligus. Dari pada tidak maksimal ye kan? Jadi sepertinya untuk sementara waktu ini keputusannya masih mengambil satu komponen terlebih dahulu. Kalau dalam perjalanannya nanti memutuskan untuk menambah komponen baru ya itu dipikir nanti. Sekarang yang penting adalah menyelesaikan dulu penjelajahan pasar ilmu ini dengan bahagia sebelum kemudian tiba waktunya memilih jurusan.

116682850_3249888498452125_9090251385855026759_o

#FoundationIP_9
#Ibu_Profesional,
#Pasar_Ilmu_Ibu_Profesional
#Bahagia_Bersama_Ibu_Profesional

Voucher Promo Spesial

110645786_3229176323856676_5191866288467104553_n

Saya salut kepada tim yang menggagas gamifikasi ini. Konsepnya tidak biasa. Sepertinya membutuhkan waktu dan tenaga yang luar biasa untuk menyiapkan ini sehingga bisa dimainkan bersama oleh para peserta foundation9. Konsepnya adalah pasar ilmu. Sebenarnya ringkasnya itu adalah ajang penyampaian materi (sekaligus tugas) tapi dikemas sedemikian rupa menjadi sebuah permainan.

Rasa malas biasanya menghampiri kalau kesannya adalah disuruh. Walaupun sebenarnya untuk diri sendiri manfaatnya. Tapi kalau bentuknya seperti ini. Mau malas rasanya perlu cari sejuta alasan buat tetap berusaha melakukan dan menghempaskan malasnya.

Awalnya masih bingung ritme dan ‘cara mainnya’ dan untuk saya pemahaman itu muncul setelah baca berulang kali ><. Akhirnya berusaha mengejar ketertinggalan akibat tadinya belum paham. Mudah? ya dijalani saja. Setiap fase memang ada tantangannya sendiri. Semuanya pasti ada hikmah yang bisa dipetik.

Here, I am. Saya siap menyiapkan diriku untuk memulai petualangan baru dengan banyak ilmu baru.

#FoundationIP_9
#Ibu_Profesional,
#Pasar_Ilmu_Ibu_Profesional
#Bahagia_Bersama_Ibu_Profesional

115803421_3229176353856673_3602635955366196437_n

Ready to start

Jadi apa yang disiapkan untuk mengikuti pasar ilmu?

  1. Niat
  2. Semangat untuk belajar
  3. Do’a yang kenceng biar nggak tiba-tiba males

This slideshow requires JavaScript.

Bismillah..

#FoundationIP_9
#Ibu_Profesional
#Pasar_Ilmu_Ibu_Profesional

Pass the bag challange

Ada banyak cara Allah mendidik kita. Salah satunya dengan dipertemukan kondisi yang mau tidak mau harus meninggalkan zona nyaman. Mencoba banyak hal baru. Belajar lagi tentang banyak hal. Ini memang tugas tapi aku merasa bukan sekedar tugas. Mereka adalah para pembelajar dan aku belajar banyak dari mereka. Kami dipertemukan Allah karena tugas ini. Sebelumnya sudah kenal? Tidak sama sekali. tapi luar biasa, bersama mereka rasanya berada di antara orang-orang yang sudah sangat akrab. Terima kasih kalian yang sudah menerimaku menjadi bagian dari kalian. Luar biasa euy di tengah kesibukan masing-masing bisa menyelesaikan dalam dua hari.

#Ibu_Profesional, #Foundation9, #Pasar_Ilmu_Ibu_Profesional

 

Episode yang Tidak Mudah

Kurasa sekarang aku tahu rasanya tidak mudah untuk menyelesaikan kuliah. Sepertinya aku mulai mengerti mengapa ada yang tidak kunjung selesai padahal ‘hanya’ tinggal menyelesaikan tugas akhir. Mungkin salah satu alasannya seperti yang aku alami saat ini. Ada saja hal yang muncul dan seolah menjadi pembenaran alasan mengapa belum juga selesai. Walaupun aku sendiri tidak cukup mengerti penyebab tidak terangkainya kalimat demi kalimat yang seharusnya menyusun kesatuan tugas akhir. Mungkin memang ada alasan-Nya sehingga ada yang ditangguhkan untuk segera menyelesaikan.

Aku baru merasakan saat ini mengingat setahun lalu kendatipun melewati hal yang sama tapi tidak mendapati kesulitan untuk menulis. Mengejar semuanya untuk selesai dalam hitungan hari bahkan Allah berikan walaupun dengan penuh perjuangan. Lalu ketika dihadapkan dengan kondisi yang sama dengan tantangan yang berbeda rasa butuh lebih banyak tasbih untuk menguatkan diri. Apalagi yang dibutuhkan untuk bisa menulis ketika sudah memahami apa yang kamu kerjakan dan tahu apa yang harus ditulis tetapi rangkaian kalimat tidak juga tersusun? Mungkin itu memang isyarat untuk semakin merunduk, meminta dan meminjam kekuatan-Nya karena semua dalam genggaman-Nya bukan?

Ketika waktu yang dimiliki semakin sempit, kekhawatiran semakin memuncak, sesak semakin menjadi apalagi yang lebih dibutuhkan selain pertolongan-Nya. Ketika seolah tidak ada lagi daya untuk bertahan menyelesaikan siapa lagi yang bisa dijadikan sandaran jika bukan Dia. Mungkin ini saatnya mengimplementasikan teori yang dipelajari bertahun-tahun agar mewujud menjadi pengalaman yang dapat diambil hikmah. Tentang kesabaran, kepercayaan, tawakal, usaha dan do’a yang tak boleh putus. Bisa jadi ini menjadi ladang ujian pembuktian keimanan. Akankah bertambah atau justru meluruh bersama kefuturan.

Jika Allah senang mendengar pinta dari hamba-Nya apa yang menghalangi untuk terus berdo’a. Jika janji-Nya adalah kepastian tidak ada alasan untuk berputus asa pada rahmat-Nya bukan? Setiap pinta pasti dijawab. Mungkin memang dalam bentuk lain selain yang dipinta tetapi pasti itu lebih sesuai dengan kebutuhan. Percaya saja Dia lebih tahu apa yang terbaik. Dan ketika kehendak-Nya berjalan bahkan semesta tak akan kuasa menolak.

Teruslah bertahan tanpa putus harapan. Tetaplah tersenyum ketika kehidupan terlihat suram. Teruslah berjalan dengan sepenuh keyakinan. Ada Dia yang menggenggam segala urusan. Dan percayalah semua akan berlalu pada saatnya. Bersama lembaran baru yang datang menggantikan episode yang lama. Ada lakon lain yang masih menanti untuk dimainkan. Maka teruslah berjalan dan bertahan sampai ketentuan itu datang.

Bersama dekapan do’a yang dikirimkan dari penjuru muka bumi, semoga Allah mudahkan segala urusan dan berikan yang terbaik. Terbaik dalam kaca mata dan parameter-Nya.

Sudut kamar atas pada penghujung malam yang sunyi,
2.24 WIB

 

Apa kabar?

Juni telah menyapa. Ramadhan sudah di depan mata. Dan aku masih disini. Bersama setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebagiannya masih tersisa karena diri sendiri yang tak kunjung menyelesaikannya. Menikmati kepanikan dan ketakutan yang dirasakan. Yang kemudian disadari sebagai sesuatu yang bodoh. Seolah tidak memiliki sandaran terbaik saja. Kemudian satu tanya menyapa, apa kabar iman?

Bisa jadi dengan seluruh beban yang harus diselesaiakan, intensitas dan interaksi dengan Allah dengan “dosis” biasanya tidak cukup. Perlu lebih dekat, lebih sering dan lebih banyak lagi. Karena pada dasarnya (si)apalah manusia di hadapan semesta. Apalagi dihadapan Sang Penguasa. Laa khaula wa laa quwwata illa billah.

Ramadhan dengan segala keberkahannya semoga melingkupi perjalanan ke depan. Semoga Allah ijinkan untuk menyapa Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini. Mengisinya dengan sebaik-baiknya. Menyelesaikan semua yang belum usai. Menunaikan setiap janji dan kewajiban terhadap manusia yang belum terpenuhi. Mengisi kehidupan dengan kebaikan. Meraih impian yang terpatri di sanubari.

Bismillah. 
Semoga Allah ijinkan aku untuk menyematkan mahkota kemulian untuk kedua orangtuaku di akhirat nanti

Untuk kalian

Untuk kalian yang bergerak kala yang lain terdiam, terjaga kala yang lain terlena, berbuat tanpa pamrih kecuali surga, tetap melaju dan berkarya bahkan ketika banyak mata melirik sinis dan meremehkan, rela meluangkan waktu tenaga dan pikiran memikirkan orang lain diatas diri kalian sendiri. Maaf setulus hati untuk waktu dan pikiran yang tidak sepenuhnya bisa kuberikan.

Setiap peluh dan luka yang kalian tanggung akan menjadi saksi perjuangan kalian. Semoga lelahnya diberi ganjaran terbaik. Istana teristimewa dari seluruh istana yang ada. Harga mahal yang kalian bayar dengan segala jerih payah, jiwa, harta dan pikiran semoga Allah hargai dengan balasan terbaik. Tetaplah bergerak sampai nafas berderak meninggalkan raga dan tak kembali. Menghadap ilahi penuhi janji.

Selamat berjuang di penghujung yang bukan ujung. Masih panjang perjalanan yang harus diselesaikan. Semoga Allah ijinkan kita berkumpul kembali di tempat terbaik. Surga-Nya.

#NtMS

Ajakan Menulis Random Setiap Hari! #NulisRandom2015

Think on these things

Pada tanggal 27 Juli 2013 aku pernah memulai ajakan seperti ini untuk pertama kalinya. Dan di tahun ini aku ingin mengajak kalian untuk melakukannya lagi. Seperti ini ajakannya:

Thumbnail Ajakan Menulis Random Setiap Hari 2015

Kita semua setuju bahwa perjuangan untuk menulis setiap hari, di setiap pagi itu adalah pergumulan hampir setiap orang di dunia. Mungkin saja rasa yang memberatkan adalah disebabkan tidak adanya teman seperjalanan.

Karena itu, mulai hari Senin, tanggal 1 Juni 2015 ini, aku ingin mencari teman seperjalanan menulis setiap hari. Benar, Siapa saja!

Syaratnya hanya satu: TIDAK ADA SYARAT.

Kamu boleh menulis apapun, sebanyak apapun bahkan jika memang hanya ingin menuliskan satu paragraf saja juga boleh.

Tujuan ajakan ini hanya satu: Kita ingin mengelabui otak kita supaya kebiasaan menulis ini menjadi sebuah kebiasaan rutin yang harus kita lakukan. Seperti menggosok gigi setiap pagi. Serta, aku harap kita bisa bersenang-senang dalam menulis tanpa takut dianggap tidak inspiratif, bodoh, dan lain sebagainya.

Berani?

CARANYA:

Posting…

View original post 122 more words

Teguran dan Pengingat -Sayyid Quthub-

image

Pengingat dan penyemangat 🙂

Lemahlah bagi yang ingin lemah,
Mudurlah bagi yang tidak kuat bertahan,
Silahkan bagi yang ingin mengalami kefuturan,
Sekiranya semua sepakat berhenti mengusung kemuliaan ini,
Aku akan tetap di sini,
Bersama Rabbku hingga kemenangan menjadi nyata dan syahid memuliakanku
-Sayyid Quthub-

Teguran dan pengingat yang begitu syarat makna. Semoga Dia mengijinkan menjadikan kita sebagai orang-orang yang senantiasa dekat dengan-Nya. Menjadi kekasih-Nya