Moment to Remember

 

August 20th, 2015

Fight for the next graduation
See you at July or August.
hopefully everything finished before June

Advertisements

Rencana-Nya

Tidak ada yang salah dari memiliki perencanaan dan berusaha merealisasikannya bukan? Tapi nyatanya kita memang tidak pernah tahu mana yang terbaik. Adakalanya hal yang menurut kita tidak menyenangkan justru baik bagi kita. Atau bahkan sebaliknya hal yang tidak menyenangkan justru sebenarnya yang lebih kita butuhkan. Usaha maksimal bahkan sampai mengawal pada prosesnya tidak akan menjamin suatu keberhasilan. Karena nyatanya semua mungkin berubah bahkan pada detik-detik terakhir yang menentukan.

Teguran langsung dari-Nya. Pada setiap perilaku sombong yang terlakoni. Terlalu percaya diri bahwa semua akan berjalan seperti skenario. Lalu Allah menghendaki jika jalan cerita milik-Nya yang dimainkan. Sekejap kekecewaan memang sempat terbesit. Selanjutnya senyum menggantikan dan mencoba menggubur dalam semua rasa lain selain kepercayaan mutlak akan rencana terbaik dari-Nya. Skenario langit sedang digulirkan. Entah seperti apa penghujungnya.

Mungkin baru satu sisi yang kita perhatikan sehingga menimbulkan praduga dan prasangka atas hal yang tidak diinginkan. Sewajarnyalah jika saat itu keimanan bermain. Menuntut pembuktian yang mewujud dalam tindakan. Nyatanya ketenangan hati memang berbanding lurus dengan keimanan. Cukuplah apa yang terjadi dan perasaan yang menelusup dalam sanubari menjadi catatan perbaikan di kemudian hari.

Masih cukup jelas dalam ingatan detik ketika salah satu impian buyar. Atau mungkin akan lebih tepat jika disebut dengan ditangguhkan. Dia lebih tahu kapasitas melebihi semua orang yang berhak menilai sekalipun. Dan itu lah yang terjadi. Lalu apa hakku untuk kecewa dan marah? Bukankah senyuman lebih baik untuk menggantikan semua ekspresi? 🙂

Tak ada lagi yang dapat kuusahakan saat ini selain do’a tulus mengharap yang terbaik. Konfigurasi maksimal yang segera terbentuk. Dari penggerak-penggerak perubahan yang akan menentukan arah menjadi lebih baik. Karena sejatinya rencana terbaik adalah rencana-Nya. Karena sebaik-baik perencana adalah Dia Yang Mengetahui segalanya.

Catatan 10 November 2014

 

Hafalan

-Suatu sore di Mushola Geodesi-

Sembari menunggu iqomah mengambil Al Qur’an di rak dan membukanya. Tiba-tiba ada suara dan terjadilah sebuah perbincangan singkat menjelang sholat.

Dosen (D): Sudah hafal berapa juz?

Mahasiswa (M) :  *menatap bingung mencari sumber suara kemudian nyengir bingung menjawab* Yang udah pernah dihafal sama yang masih hafal beda Pak

D : Juz 30 sudah hafal?

M : Mmm sudah Pak

D : Bagus,,,bagus,, Juz 29?

M : Sudah Pak *jawab sambil meringis*

D : Juz 28?

M : Iya Pak *semakin nggak jelas mukanya*

D : Juz 27?

M : Hafalannya terus ke depan Pak, ke Juz 1. Tapi udah lama banget nggak ngulang ini Pak *sambil ketawa miris*

D : Ya nggak papa kan tinggal ngulang lebih mudah.

M : *nelen ludah* Yang lebih susah jaga hafalannya ketimbang ngehafalnya Pak

Rasanya dalem banget. Berasa dapet tamparan keras. Ini yang nanya dosen gitu loh. Dan dari sekian banyak pertanyaan yang mungkin ditanyakan kenapa harus hafalan yang ditanyain coba? Diabsenin juznya satu per satu pula. Untung nggak ditanyain setiap suratnya. Mana nggak mungkin bohong kan? Cuma bisa nelen ludah, ngelus dada terus ngingetin diri sendiri lagi. Kayanya kalo gini ceritanya harus bener-bener ngulang hafalan. Allah mengingatkan dan menjaga dengan cara-Nya. Mengirimkan banyak teguran lewat orang-orang di sekitar. Lewat amanah yang harus diselesaikan. Dan lewat banyak hal lain yang entah disadari atau tidak merubah kita.

Maka siapalah yang menampik bahwa Dia adalah sebaik-baik penjaga?

 

 

 

Renungan Akhir Tahun

Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. Melirik sekilas kertas yang tertempel di dinding sejak awal tahun lalu, dan sejenak terdiam. Apa saja yang sudah terlewat hampir setahun ini? Rasanya tidak banyak yang berubah. Atau mungkin banyak perubahan kecil yang tanpa sadar membentuk diriku saat ini.

Terlalu banyak kejadian yang tidak pernah terbayangkan sekalipun yang terjadi yang harus kulewati. Menyusun kembali rencana kehidupan yang telah bertahun dibuat yang kemudian harus berubah dalam sekejap. Belurang kali memantapkan hati untuk mengambil keputusan yang bahkan ujungnya masih buram. Percayalah, menyelesaikan program pasca sarjana pada tahun 2016 tidak pernah masuk dalam rencana hidupku. Allah menempaku dengan begitu banyak kejadian yang selalu memuatku terpana. Sungguh aku memang menulis lakon hidup yang kuinginkan namun pada akhirnya memang skenario-Nya lah yang harus kujalani. Membuat perbaikan di sana-sini, menulis ulang cerita yang harus dilakoni menyesuaikan jalan cerita-Nya.

Ini langkahku, walaupun payah bukan alasan menyerah. Ini langkahku, sedikit usaha sebagai penawaran sebagai pengiring pinta pada-Nya untuk memberi kesempatan menjalani kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Satu impianku, di dekap kematian dalam dekapan keridhoan-Nya. Menjalani hidup yang mulia dan dikaruniai kematian yang syahid. Bukankah ujung dari setiap yang bernyawa adalah kematian?

Welcome December :)

Menuliskan ulang rencana dan targetan

target desember

target desember

Target desember :

  • Muroja’ah
  • Tambah hafalan àAl Baqoroh selesai +juz 27
  • Proposal skripsi
  • Renstra
  • Purna amanah dengan baik

Cukup lah itu yang bakal di-evalusi akhir bulan nanti. Target agak gila sebenarnya tapi apa salahnya buat target tinggi? Hanya berbagi mimpi. Siapa tahu ada yang mendoakan dan diijabah 😉

Sisa mimpi dan target untuk bulan ini dituliskan di tempat lain. Yang manapun semoga tercapai semua. Dan 30 hari lagi evalusi seluruh mimpi pada tahun ini. Hmm,, sepertinya akan cukup banyak yang dituliskan kembali pada tahun depan karena belum terealisasi karena satu dan lain hal.

(Bukan) Perpisahan

Danbo keren dengan jaket BEM KMFT-nya

Terimakasih banyak untuk persembahannya. Tidak ada kata mantan dalam keluarga. Cerita ini tidak berhenti sampai closing ceremony kemarin. Ini tentangku, tentangmu, tentang kita. Tentang kalian yang menjadi bagian yang cukup banyak mewarnai kehidupanku. Terimakasih telah hadir dalam hidupku. Persembahan kemarin menjadi penutup manis akhir kepengurusan. Terimakasih adek-adekku,,,

Kabinet inisiatif membumi. Nama yang kemudian menyatukan kita. Terimakasih untuk setahun kemarin. Kalian adalah orang-orang hebat yang aku temui. Cerita tentang kalian tidak akan cukup tertuliskan di sini.

Kita memang tidak lagi bersama. Tapi aku masih merasakan keberadaan kalian. Dalam memori yang terus hidup. Sampai kapanpun.

kabinet inisiatif membumi

Moh Faza Rosyada| Yanuar Firmansyah| Ahmad Fahmi| Novita Nur Syahfitri| Adinda ajitya Ferina| Wardahtuljannah| Paras Dita| Kori Akbar| Muhammad Rifki Ali| Zaky Dzulfikar Harun| Fahmi Fahrurozi| Tubagus Dimas Aditiarachman|Muchammad Adib| Hendarko Hinu Hardanto

Selamat melanjutkan karya di manapun. Dalam bentuk apapun 🙂

Selamat Datang

Assalamu’alaikum wr wb
“Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Istimewa Negrinya, Istimewa Orangnya
Jogja! Jogja! Tetap Istimewa
Jogja Istimewa untuk Indonesia” -Jogja Istimewa.Kill the DJ-

Sugeng rawuh dumugi Ngayogyakarta. Selamat datang di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selamat datang di universitas kerakyatan dan selamat datang di Fakultas terbesar di universitas ini. 

Bukan kebetulan kalian semua ada di sini. Benang takdir yang terajut membimbing kalian sampai di sini. Yang Maha Kuasa menghendaki kalian menjadi sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang mendapat kesempatan untuk mengecap kuliah di UGM ini.
Bukan tanpa perjuangan kalian sampai di sini. Menyisihkan lebih dari 40 orang untuk mendapatkan kesempatan kuliah ini bukanlah hal yang mudah. Dan kalian mendapatkannya. Mungkin Dia menginginkan kalian untuk di sini, dengan jalan ini untuk menjadi generasi terbaik yang akan menggantikan para pemimpin.
Bukan lagi kalian adalah anak kecil yang seluruh terpaku pada jadwal yang ditentukan orang lain. Sekarang kalian adalah pemimpin bagi diri kalian masing-masing. Penentu kehidupan dan pemilik keputusan yang bisa menentukan tindakannya. Maka lakukanlah apapun dan jadilah apapun dengan bertanggung jawab. Di atas semuanya menjadi bermanfaat untuk orang lain adalah keutamaan.
Bukan karena terpaksa seharusnya kalian hadir di sini untuk mengikuti serangkaian Pelatihan Pembelajar Sukses Mahasiswa Baru (PPSMB) ini. PRAJURIT (Pelatihan dan Orientasi Menuju Solidaritas Teknik) 2013 yang merupan nama dari PPSMB Fakultas Teknik merupakan salah satu sarana dan fasilitas yang dapat digunakan untuk menyesuaikan diri dan beradaptasi dengan dunia kampus. Latihan bersosialisasi dengan teman-teman baru dan juga mendapat banyak materi bagus dengan pembicara profesional untuk menambah pengetahuan dari mulai kuliah sampai soft skill. Dengan PPSMB ini harapannya kalian siap untuk menjalani kehidupan kampus.
Dan akhirnya, kami selaku panitia PPSMB PRAJURIT khususnya bidang kesekretariatan (KSK) mengucapkan selamat datang, selamat bergabung di keluarga besar fakultas teknik UGM. Selamat bergabung dalam barisan engineer pembangun bangsa.
Untuk penutup, ijinkan kami selaku panitia PRAJURIT  2013 pada umumnya dan KSK pada khususnya memohon maaf atas segala salah baik yang disengaja maupun tidak. Terutama saat menjadi admin baik twitter maupun facebook.
Padamu negeri teknik berbakiti.
PRAJURIT!!! BERANI!!!
TEKNIK!!! JAYA!!!

Wassalamu’alaikum wr wb

Bidang Kesekretariatan,
Fina-Ira-Ema-Irna-Okta-Galuh-Yoga-Rendy-Habib-Ihsan-Harfan