Kehidupan

Rinai hujan masih setia menemani
Melengkapi hawa dingin yang menyelimuti
Menghapus jejak terik mentari
Menghadirkan aroma tersendiri

Aku masih di sini
Menghabiskan sisa usia yang menjadi misteri
Menanti kunjungan izrail yang sudah pasti
Berharap setiap langkah memiliki arti

Aku masih di sini
Berusaha menjauhkan dunia dari hati
Meletakkannya dalam genggaman
Menjadikannya peluang kebaikan

Aku masih di sini
Bersama lautan kesalahan
Yang selalu mengharap ampunan
Dijauhkan dari siksa di ujung kehidupan

#day10

Advertisements

Kado

Tidak ada kotak yang terbungkus kertas kado
Tidak pula kue berhias dan lagu
Atau kejutan gempita membahana
Hanya ada untaian panjang do’a dalam sunyi dan sepi
Untukmu yang tak akan pernah terganti

Peluh, darah, dan air mata bukti pengorbanan
Tidak akan sebanding dengan dunia
Kenikmatan kekal yang pantas menjadi harga
Sembah takzimku tak akan pernah pernah cukup membayarnya
Kasih dan do’a tulusmu sepanjang perjalanan
Tanpa pinta tanda jasa
Tanpa harap kembali apapun
Tulus ikhlas lepas diberikan

#day5
0511. Barakallah fii umrik. Tak ada yang lebih kuharapkan untukmu selain anugerah surga sebagai ganjaran seluruh jerih payah dan pengorbananmu. Satu hadiah yang ingin kusematkan padamu, sebuah mahkota kemulian dari sisiNya. Semoga Allah beri umur dan kesempatan menyelesaikannya. Aku sayang sekali padamu. Maaf karena tidak mengucapkan apa-apa langsung dihadapanmu. 

Tulisan ini aku dedikasikan untuk dia yang tidak akan tergantikan. Surgaku ada di telapak kakinya.

Jejak

Hembusan angin malam menyapa keheningan
Mengetuk lirih kaca nurani
Membawakan kembali aroma perjuangan
Meningkahi gemerlap gempita duniawi

Hamparan kenyataan terpampang dihadapan
Menampilkan prasasti dan karya abadi
Takkan mungkin lekang oleh zaman
Tak akan terlewat meski dalam sepi
Tercatat rapi pada catatan amalan
Sampai pada saatnya tiba menjadi saksi
Pada hari yang telah dijanjikan

Semoga Allah mudahkan untuk memilih jalan kebaikan
#day3

Bergerak

Diam terpaku tergugu
Tak bisa lagi berlagak lugu
Terlepas dari belenggu masa lalu
Kehidupan harus tetap melaju

Masa depan menanti di hadapan
Diri sendiri harus ditaklukkan
Tak ada lagi langkah perlahan
Setiap langkah jadi bukti perjuangan

do’a

Terdetik dalam pikiran

Terdiam dalam keheningan

Terlintas semua angan kenangan

Bersama setiap untaian yang kemudian terburai

Lepas luruh terserak tercerai

Menyisakan getir dan senyuman di waktu bersamaan

Semua telah usai

Menyisakan sebaris nama dalam untaian do’a

Semoga senantiasa dalam penjagaanNya

 

 

Bolehkah?

Tuhan….
kalau tak Kau bolehkan aku miliki dia, lalu untuk apa rasa ini Kau cipta?
kalau tak Kau bolehkan aku nyatakan cinta, lalu kenapa aku mulai tak bisa menahannya?

Tuhan….
maaf kan aku ada nama dia di hati ku
maaf kan aku yang mulai menjahati hatiku sendiri
maaf kan aku yang mulai tak fokus lagi mencinta Mu

Tuhan….
kalau boleh, biarkan dia tau yang ada di hatiku
kalau boleh, dia harus tau kenapa ada dia berkali kali di mimpiku
kalau boleh, tolong Kau sampaikan aku sedang merindunya
kalau boleh, tolong Kau tanyakan apa kabarnya tanpa aku
aku yakin Kau punya cara untuk itu kan, Tuhan?
kalau boleh…..

Maaf  Tuhan….
aku terlalu banyak meminta
aku terlalu cepat berharap
sedang Engkau tak pasti kabulkan inginku
sedang Engkau menuliskan cerita lain buatku

Tuhan….
tolong biarkan rasa ini apa adanya
tak usah tersemai lagi, aku tak apa apa
tak usah terhapus juga, aku ingin mengenangnya
tolong aku, Tuhan….
beginilah caraku mencinta nya,
sesederhana yang Engkau bolehkan saja…

Aku merindunya,
bolehkah, Tuhan?

Januari 24th, 2014
ini, aku penuhi keinginanmu untuk menyimpan milikmu di rumahku…
semoga melegakanmu 🙂