Kado

Tidak ada kotak yang terbungkus kertas kado
Tidak pula kue berhias dan lagu
Atau kejutan gempita membahana
Hanya ada untaian panjang do’a dalam sunyi dan sepi
Untukmu yang tak akan pernah terganti

Peluh, darah, dan air mata bukti pengorbanan
Tidak akan sebanding dengan dunia
Kenikmatan kekal yang pantas menjadi harga
Sembah takzimku tak akan pernah pernah cukup membayarnya
Kasih dan do’a tulusmu sepanjang perjalanan
Tanpa pinta tanda jasa
Tanpa harap kembali apapun
Tulus ikhlas lepas diberikan

#day5
0511. Barakallah fii umrik. Tak ada yang lebih kuharapkan untukmu selain anugerah surga sebagai ganjaran seluruh jerih payah dan pengorbananmu. Satu hadiah yang ingin kusematkan padamu, sebuah mahkota kemulian dari sisiNya. Semoga Allah beri umur dan kesempatan menyelesaikannya. Aku sayang sekali padamu. Maaf karena tidak mengucapkan apa-apa langsung dihadapanmu. 

Tulisan ini aku dedikasikan untuk dia yang tidak akan tergantikan. Surgaku ada di telapak kakinya.

Advertisements

Wisuda Agustus

2

+ Mau wisuda kapan?

– Agustus

+ Oh. Emang udah slese semuanya?

– Belum

+ Terus kamu punya apa PD banget bilang mau wisuda Agustus?

– Punya Allah

Tentang kepercayaan, keimanan, usaha tiada henti dan do’a tanpa putus. Apa yang tidak mungkin jika Dia telah berkehendak? Iya kan?
Yang aku butuhkan kini hanya usaha dan pengorbanan yang lebih banyak dari biasanya, pinta tiada henti pada-Nya serta do’a setulus hati darimu…  

Tulisan Perdana

Terlalu banyak hal yang bermain di benak. Terlintas di pikiran. Tersimpan rapi di sudut terdalam entah dimana. Dan semuanya seolah menjerit meminta tempat yang lebih luas. Entah sekedar melepaskan atau memang menguraikan hingga bentuk paling sederhana. Berharap semua menjadi lebih jelas dan terang atau setidaknya menjadi alasan lain untuk tetap tersenyum. Mengurai sesak dan ketakutan pada diri sendiri yang terbelenggu masa lalu. Mencoba mengecap kembali keadaan ideal yang pernah menjadi nafas.

Seumpama pohon, semakin tinggi tunas bertumbuh entah angin mana yang semakin sering menyambangi. Lautan yang tenang tak akan mampu melahirkan pelaut yang tangguh bukan? Selayaknya berlian yang perlu melewati suhu dan tekanan tak terkira untuk mewujud menjadi batu mulia. Sedang janji Allah bahwa manusia pasti akan menempuh ujian adalah kepastian. Lalu adakah alasan untuk memilih menyerah dan kalah? Bukankah wajar seseorang yang spesial harus memainkan lakon kehidupan yang berbeda dari yang lain? Memainkan skenario yang lebih berat dan lebih banyak dari yang lain?

Jejak kematian semakin nyata setiap detiknya. Dan Aku masih terjebak pada pusaran hitam yang kubuat sendiri. Mencoba bertahan dan menepi. Meninggalkan semua pekat dan kelam. Ada seberkas cahaya nurani yang memanggil dan perlahan tertutup noda yang semakin menghitam. Kebaikan yang menghapus noda tak sebanding noda yang terlanjur pekat. Ada tekat dan pengorbanan yang dituntut untuk menggapai cahaya. Ada nafsu yang harus dibunuh untuk menyempurnakan cahayanya.

Impianku masih sama. Merengkuh utuh 30 bagian dalam sanubari. Mengalunkannya menjadi senandung kehidupan. Mendekap erat menjadikan pegangan dan satu-satunya rujukan. Mendapat penjagaannya sebagaimana aku menjaganya. Satu diantara sekian banyak yang menjadi cita-cita. Semoga Allah beri kesempatan dan kemudahan.

Tulisan perdana di tahun 2015. Sekedar goresan kata pengingat untuk diri sendiri.

Renungan Akhir Tahun

Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. Melirik sekilas kertas yang tertempel di dinding sejak awal tahun lalu, dan sejenak terdiam. Apa saja yang sudah terlewat hampir setahun ini? Rasanya tidak banyak yang berubah. Atau mungkin banyak perubahan kecil yang tanpa sadar membentuk diriku saat ini.

Terlalu banyak kejadian yang tidak pernah terbayangkan sekalipun yang terjadi yang harus kulewati. Menyusun kembali rencana kehidupan yang telah bertahun dibuat yang kemudian harus berubah dalam sekejap. Belurang kali memantapkan hati untuk mengambil keputusan yang bahkan ujungnya masih buram. Percayalah, menyelesaikan program pasca sarjana pada tahun 2016 tidak pernah masuk dalam rencana hidupku. Allah menempaku dengan begitu banyak kejadian yang selalu memuatku terpana. Sungguh aku memang menulis lakon hidup yang kuinginkan namun pada akhirnya memang skenario-Nya lah yang harus kujalani. Membuat perbaikan di sana-sini, menulis ulang cerita yang harus dilakoni menyesuaikan jalan cerita-Nya.

Ini langkahku, walaupun payah bukan alasan menyerah. Ini langkahku, sedikit usaha sebagai penawaran sebagai pengiring pinta pada-Nya untuk memberi kesempatan menjalani kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Satu impianku, di dekap kematian dalam dekapan keridhoan-Nya. Menjalani hidup yang mulia dan dikaruniai kematian yang syahid. Bukankah ujung dari setiap yang bernyawa adalah kematian?

Daftar Mimpi untuk Tahun 2014

Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tulis aja sebanyak yang dimau.

Mumpung masih awal Januari, aku memutuskan untuk menuliskan hal-hal yang ingin aku capai di tahun ini di sini. Kenapa akhirnya ditulis? Ya biar nggak hilang dan ada dokumentasinya. Selain itu, biar tahun depan bisa dicoretin satu per satu karena sudah terpenuhi 😀 *amiin. Kalau alasan dituangin ke blog, ya suka-suka aku lah orang ini rumahku kok :3 
Siapa tahu yang pada berkunjung ke rumahku mengaminkan dan Alloh mengabulkan. Toh kita nggak pernah tahu do’a siapa yg bakal diijabahi. Asumsikan saja semakin banyak yang mendo’akan maka semakin banyak kemungkinan terkabul.
And here they are my dreams in this year:

1.       Hafal 30 juz
2.       Shalat Dhuha 5x seminggu :3
3.       Shalat tahujjud 5x seminggu :3
4.       Baca 50 buku
5.       Postingan di blog mencapai 300 dan viewer mencapai 50.000
6.       Bisa berteman baik dengan Novi Ahimsa Rosikha >.<
7.       Punya 3 kelompok binaan
8.       Punya penghasilan sendiri
9.       Punya smartphone atau tab
10.   Punya laptop sendiri
11.   Bisa nyetir mobil dengan lancar
12.   Punya sim A
13.   Naik Gunung Merapi dan Merbabu
14.   Naiik gunung bareng sekeluarga
15.   Pergi ke Jepang
16.   Nulis buku dan dicetak
17.   Sementer 7 jumlah mata kuliah yang harus diambil terpenuhi
18.   IPK 7 semester cumlaude
19.   Hafal hadits arba’in
20.   Tambah koleksi buku minimal 10 buku
21.   Pergi ke Padang dan Bali
22.   Bisa curhat ke umi sama abi
23.   Merealisasikan kado yang mau dibuat untuk umi
24.   Prokerku di BEM terlaksana semua
25.   Bisa jadi tempat cerita buat adek-adek
26.   Pinter masak dan bikin kue
27.   Pinter ngerajut
28.   Bisa menjahit
29.   Gabung komunitas penulis
30.   Punya temen dari luar negeri
31.   Ikutan kegiatan yang lingkupnya nasional dan dapet link/jaringan
32.   Kenal minimal 50% kader BEM KMFT
33.   Kenal minimal 50% angkatan 2012, 2013 dan 2014 Teknik Geodesi
34.   Kenal dosen dan pegawai di Teknik Geodesi
35.   Kenal pak satpam, yang jaga karcis, dan yang bertugas jaga kebersihan
36.   Kenal ketua MPM, KM/HM dan BSO
37.   Ngasih roti ke bapak-bapak yang jaga karcis waktu aku ulang tahun
38.   Ikut proyek dosen
39.   Jadi asisten dosen
40.   Aktif jadi guru TPA lagi
41.   Hafal semua anak-anak TPA
42.   Naik pesawat 😀
43.   Dan akan terus ditambah serta diperbaharui lagi :3

Semua yang tertulis di atas tadi memang hanya mimpi. Sekali lagi, mimpi itu gratis kok jadi ya suka-suka mau bermimpi sebanyak apa dan seperti apa 😀

Terima kasih untuk yang sudah berkunjung dan mendo’akan. Semoga mimpi kalian semua juga dikabulkan :”

Pojok Ruang Imajinasi,
Jogja, 12 Januari 2013
2.36