Daftar Mimpi untuk Tahun 2014

Tidak ada yang melarang orang bermimpi. Seaneh apapun dan semustahil apapun juga sebanyak apapun. Mumpung mimpi masih gratis ya jadi tulis aja sebanyak yang dimau.

Mumpung masih awal Januari, aku memutuskan untuk menuliskan hal-hal yang ingin aku capai di tahun ini di sini. Kenapa akhirnya ditulis? Ya biar nggak hilang dan ada dokumentasinya. Selain itu, biar tahun depan bisa dicoretin satu per satu karena sudah terpenuhi 😀 *amiin. Kalau alasan dituangin ke blog, ya suka-suka aku lah orang ini rumahku kok :3 
Siapa tahu yang pada berkunjung ke rumahku mengaminkan dan Alloh mengabulkan. Toh kita nggak pernah tahu do’a siapa yg bakal diijabahi. Asumsikan saja semakin banyak yang mendo’akan maka semakin banyak kemungkinan terkabul.
And here they are my dreams in this year:

1.       Hafal 30 juz
2.       Shalat Dhuha 5x seminggu :3
3.       Shalat tahujjud 5x seminggu :3
4.       Baca 50 buku
5.       Postingan di blog mencapai 300 dan viewer mencapai 50.000
6.       Bisa berteman baik dengan Novi Ahimsa Rosikha >.<
7.       Punya 3 kelompok binaan
8.       Punya penghasilan sendiri
9.       Punya smartphone atau tab
10.   Punya laptop sendiri
11.   Bisa nyetir mobil dengan lancar
12.   Punya sim A
13.   Naik Gunung Merapi dan Merbabu
14.   Naiik gunung bareng sekeluarga
15.   Pergi ke Jepang
16.   Nulis buku dan dicetak
17.   Sementer 7 jumlah mata kuliah yang harus diambil terpenuhi
18.   IPK 7 semester cumlaude
19.   Hafal hadits arba’in
20.   Tambah koleksi buku minimal 10 buku
21.   Pergi ke Padang dan Bali
22.   Bisa curhat ke umi sama abi
23.   Merealisasikan kado yang mau dibuat untuk umi
24.   Prokerku di BEM terlaksana semua
25.   Bisa jadi tempat cerita buat adek-adek
26.   Pinter masak dan bikin kue
27.   Pinter ngerajut
28.   Bisa menjahit
29.   Gabung komunitas penulis
30.   Punya temen dari luar negeri
31.   Ikutan kegiatan yang lingkupnya nasional dan dapet link/jaringan
32.   Kenal minimal 50% kader BEM KMFT
33.   Kenal minimal 50% angkatan 2012, 2013 dan 2014 Teknik Geodesi
34.   Kenal dosen dan pegawai di Teknik Geodesi
35.   Kenal pak satpam, yang jaga karcis, dan yang bertugas jaga kebersihan
36.   Kenal ketua MPM, KM/HM dan BSO
37.   Ngasih roti ke bapak-bapak yang jaga karcis waktu aku ulang tahun
38.   Ikut proyek dosen
39.   Jadi asisten dosen
40.   Aktif jadi guru TPA lagi
41.   Hafal semua anak-anak TPA
42.   Naik pesawat 😀
43.   Dan akan terus ditambah serta diperbaharui lagi :3

Semua yang tertulis di atas tadi memang hanya mimpi. Sekali lagi, mimpi itu gratis kok jadi ya suka-suka mau bermimpi sebanyak apa dan seperti apa 😀

Terima kasih untuk yang sudah berkunjung dan mendo’akan. Semoga mimpi kalian semua juga dikabulkan :”

Pojok Ruang Imajinasi,
Jogja, 12 Januari 2013
2.36
Advertisements

Sebuah Janji

@syarofina hohoho.. sip2.. semangat mbaaak! yang diomongin ke aku juga jangan cuman ngomong doang yaa! :p

Sebaris kalimat yang sebenarnya biasa saja. Tapi itu bermakna dalam buatku. Aku jadi teringat pada hal yang -entah berapa lama- kulupakan. Hal yang pernah -dan masih- menjadi obsesi dan targetku. Dan pagi ini aku diingatkan kembali pada hal itu. Impian indah yang selalu terbayang dan belum juga dapat terealisasikan bahkan jauh dari kata hampir sekalipun. Pun jika proses menuju keberhasilan itu diprosentasekan itu baru mencapai angka 15% dan itu pun sepertinya saat ini angka itu berkurang 😦

Rasanya rindu punya kesempatan untuk mengejar hal itu. Bukan berarti sekarang tidak ada kesempatan. Hanya saja mungkin aku yang tidak meletakkan itu pada prioritas yang pantas didahulukan. Mungkin aku merasa terlalu sayang -atau malas- untuk meluangkan waktu sejenak untuk menekuninya. Dan rasanya sedih ketika sadar kalau hal itu kian jauh dari genggaman ini.

Pagi ini aku diingatkan kembali dan tersadar, itu masih mungkin teercapai. Masih bisa. Sangat bisa. Yang jadi permasalahan MAU atau TIDAK MAU. Mau bersusah payah untuk mencapainya? Mau berjibaku dengan waktu yg sedikit dan meluangkannya? Mau tetep konsisten dan tidak putus semangat di tengah jalan? Mau tetap berjalan selangkah demi selangkah, kata demi kata, baris demi baris, lembar demi lembar sampai semua itu menjadi utuh? Maukah bersusah payah payah untuk melakukan itu semua? Ataukah memilih untuk seperti ini saja. Itu pilihan dengan konsekuensi masing-masing 🙂

Niat harus diperbaharui kembali nih. Semangat yang sempat meredup harus diperbesar dan dijaga nyalanya agar tidak padam di tengah-tengah. Perjalanan masih panjang. Pun ketika itu tercapai bukan berarti selesai tapi justru semakin berat. Karena menjaganya justru lebih berat dari sekedar membaca dan mengumpulkannya dalam memori sebagai sebuah ingatan. Selain itu, pemahaman dan pengamalan juga menjadi tuntutan. tapi itu tidak akan menjadi beban -seharusnya- ketika itu semua adalah rutinitas yang dijalani setiap hari. bukan suatu paksaan yang bahkan dilakukan dengan hati yang menggerutu. Ini akan ringan ketika dilakukan hanya karenaNya. Maka senyumanlah yang akan mengiringi perjalanan perjuangan untuk mencapainya.

Segala puji bagi Alloh yang telah memberikan peringatan untukku lewat jalan yang tidak aku sangka. Dengan cara yang manis tapi itu mengena. Terima kasih untuk anak kedokteran yang sudah menjadi perantara untuk mengingatkanku. Tunggulah aku akan menyusul. Cita-cita itu masih sama dan belum berubah. Dan aku percaya ketika kemauan kuat dibarengi usaha dan do’a yang tidak putus maka Alloh akan memberikannya. 🙂

Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”” (HR. Muslim)


30 bagian itu telah menunggu terlalu lama untuk ditemui dan disapa kembali. semoga ia selamanya menjadi bagian dari diriku.

#refleksi20 countdown-10 semoga lebih baik 🙂

IDEALISME KAMI

Betapa inginnya kami agar bangsa ini mengetahui 
bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri. 
Kami berbangga 
ketika jiwa-jiwa ini gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka,
jika memang tebusan itu yang diperlukan. 
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan.  
dan terwujudnya cita-cita mereka, 
jika memang itu harga yang harus dibayar.
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini
selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami,
menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami,
dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.

Betapa berat rasa di hati
ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik bangsa ini,
sementara kita hanya menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan.
Kami ingin agar bangsa ini mengetahui bahwa kami membawa misi yang bersih dan suci,
bersih dari ambisi pribadi, bersih dari kepentingan dunia, dan bersih dari hawa nafsu.
Kami tidak mengharapkan sesuatupun dari manusia, ..
tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya,
tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih.

Yang kami harap adalah :

Terbentuknya Indonesia yang lebih baik dan bermartabat serta kebaikan dari Allah-Pencipta Alam Semesta.

perpisahan BEM KMFT 2011 | R-LEd | malam refleksi kebangkitan nasional | penutupan TO1 BEM KMFT UGM