Episode

Dua puluh lima bukan angka yang sedikit untuk menghitung waktu yang terlewati. Entah berapa banyak episode yang terlewati. Berapa banyak cerita yang dapat terangkai. Berapa banyak kata yang dapat terangkai untuk menuturkannya. Jika sebegitu banyaknya yang dapat diceritakan olehmu sebagai manusia dengan segala keterbatasannya, lalu seberapa detil rekaman yang dimiliki malaikat yang terus setia mengiringimu?

Waktu yang menjadi jatah masing-masing laksana es batu di bawah terik. Tidak peduli digunakan atau diabaikan begitu saja pada saatnya tetap akan habis. Menjadi pilihan masing-masing untuk menyibukkan diri dalam kebaikan atau membiarkan diri terlena. Menjadi manusia yang berarti atau justru membebani. Sedang sejatinya setiap episode seharusnya menjadi bagian dari penyusun kepingan cerita yang akan ditukar dengan tiket kebahagiaan nanti di kehidupan yang abadi.

Maka benarlah istiqomah merupakan sesuatu yang harus diminta. Lingkungan dan lingkaran sosial yang baik merupakan karunia. Kendatipun jalan kebaikan merupakan pilihan tapi akan terasa jauh lebih mudah ketika banyak faktor yang mendukung. Sehingga setiap episode yang kemudian terangkai seluruhnya adalah kebaikan. Apalagi yang lebih baik dari cinta, rahmat dan keberkahan dari-Nya dalam hidup kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s