Waktu Istimewa

Waktu yang terpaksa habis di jalanan bagi manusia-manusia tanggung semacam Saya ini ternyata cukup banyak. Minimal 1 jam perjalanan dalam waktu satu hari. Itu diluar perjalanan lain yang membutuhkan waktu singkat dan dalam rute pendek. Cukup banyak sampai rasanya sayang sekali jika berlalu begitu saja.
Menjadi salah satu keinginan, waktu dalam perjalanan itu dapar diisi dengan mengulang kembali hafalan. Rasanya cukup banyak ayat yang dapat diulang dalam rentang waktu yang cukup panjang itu. Tentunya jika hafalan yang dimiliki cukup baik sehingga tidak habis hanya untuk mengingat. Atau minimal lisannya selama dalam perjalanan basah dengan dzikir atau lantunan do’a. Ketimbang hanya bengong atau memikirkan hal-hal tidak penting. Sayang sekali waktu yang dapat diisi dengan hal yang bermanfaat berlalu begitu saja. 
Nyatanya tidak mudah membawa ke arah seperti itu. Mengisi dengan muroja’ah tidak selalu berjalan lancar ketika ada ayat yang terlupa. Atau justru kadang malah lupa untuk mengisi waktu dalam perjalannan tersebut dengan sesuatu yang bermanfaat. Tapi justru karena tidak mudah itu ia menjadi istimewa. Seistimewa mereka yang dapat mengisi waktu-waktu antara tersebut dengan kebaikan berlimpah. 
#day7

Dan pada saatnya nanti akan ditanyakan padamu, untuk apa waktumu kamu habiskan. Siapkah kita dengan jawaban yang kita miliki?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s