Episode yang Tidak Mudah

Kurasa sekarang aku tahu rasanya tidak mudah untuk menyelesaikan kuliah. Sepertinya aku mulai mengerti mengapa ada yang tidak kunjung selesai padahal ‘hanya’ tinggal menyelesaikan tugas akhir. Mungkin salah satu alasannya seperti yang aku alami saat ini. Ada saja hal yang muncul dan seolah menjadi pembenaran alasan mengapa belum juga selesai. Walaupun aku sendiri tidak cukup mengerti penyebab tidak terangkainya kalimat demi kalimat yang seharusnya menyusun kesatuan tugas akhir. Mungkin memang ada alasan-Nya sehingga ada yang ditangguhkan untuk segera menyelesaikan.

Aku baru merasakan saat ini mengingat setahun lalu kendatipun melewati hal yang sama tapi tidak mendapati kesulitan untuk menulis. Mengejar semuanya untuk selesai dalam hitungan hari bahkan Allah berikan walaupun dengan penuh perjuangan. Lalu ketika dihadapkan dengan kondisi yang sama dengan tantangan yang berbeda rasa butuh lebih banyak tasbih untuk menguatkan diri. Apalagi yang dibutuhkan untuk bisa menulis ketika sudah memahami apa yang kamu kerjakan dan tahu apa yang harus ditulis tetapi rangkaian kalimat tidak juga tersusun? Mungkin itu memang isyarat untuk semakin merunduk, meminta dan meminjam kekuatan-Nya karena semua dalam genggaman-Nya bukan?

Ketika waktu yang dimiliki semakin sempit, kekhawatiran semakin memuncak, sesak semakin menjadi apalagi yang lebih dibutuhkan selain pertolongan-Nya. Ketika seolah tidak ada lagi daya untuk bertahan menyelesaikan siapa lagi yang bisa dijadikan sandaran jika bukan Dia. Mungkin ini saatnya mengimplementasikan teori yang dipelajari bertahun-tahun agar mewujud menjadi pengalaman yang dapat diambil hikmah. Tentang kesabaran, kepercayaan, tawakal, usaha dan do’a yang tak boleh putus. Bisa jadi ini menjadi ladang ujian pembuktian keimanan. Akankah bertambah atau justru meluruh bersama kefuturan.

Jika Allah senang mendengar pinta dari hamba-Nya apa yang menghalangi untuk terus berdo’a. Jika janji-Nya adalah kepastian tidak ada alasan untuk berputus asa pada rahmat-Nya bukan? Setiap pinta pasti dijawab. Mungkin memang dalam bentuk lain selain yang dipinta tetapi pasti itu lebih sesuai dengan kebutuhan. Percaya saja Dia lebih tahu apa yang terbaik. Dan ketika kehendak-Nya berjalan bahkan semesta tak akan kuasa menolak.

Teruslah bertahan tanpa putus harapan. Tetaplah tersenyum ketika kehidupan terlihat suram. Teruslah berjalan dengan sepenuh keyakinan. Ada Dia yang menggenggam segala urusan. Dan percayalah semua akan berlalu pada saatnya. Bersama lembaran baru yang datang menggantikan episode yang lama. Ada lakon lain yang masih menanti untuk dimainkan. Maka teruslah berjalan dan bertahan sampai ketentuan itu datang.

Bersama dekapan do’a yang dikirimkan dari penjuru muka bumi, semoga Allah mudahkan segala urusan dan berikan yang terbaik. Terbaik dalam kaca mata dan parameter-Nya.

Sudut kamar atas pada penghujung malam yang sunyi,
2.24 WIB

 

One thought on “Episode yang Tidak Mudah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s