Apa kabar?

Juni telah menyapa. Ramadhan sudah di depan mata. Dan aku masih disini. Bersama setumpuk pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebagiannya masih tersisa karena diri sendiri yang tak kunjung menyelesaikannya. Menikmati kepanikan dan ketakutan yang dirasakan. Yang kemudian disadari sebagai sesuatu yang bodoh. Seolah tidak memiliki sandaran terbaik saja. Kemudian satu tanya menyapa, apa kabar iman?

Bisa jadi dengan seluruh beban yang harus diselesaiakan, intensitas dan interaksi dengan Allah dengan “dosis” biasanya tidak cukup. Perlu lebih dekat, lebih sering dan lebih banyak lagi. Karena pada dasarnya (si)apalah manusia di hadapan semesta. Apalagi dihadapan Sang Penguasa. Laa khaula wa laa quwwata illa billah.

Ramadhan dengan segala keberkahannya semoga melingkupi perjalanan ke depan. Semoga Allah ijinkan untuk menyapa Ramadhan yang tinggal beberapa hari ini. Mengisinya dengan sebaik-baiknya. Menyelesaikan semua yang belum usai. Menunaikan setiap janji dan kewajiban terhadap manusia yang belum terpenuhi. Mengisi kehidupan dengan kebaikan. Meraih impian yang terpatri di sanubari.

Bismillah. 
Semoga Allah ijinkan aku untuk menyematkan mahkota kemulian untuk kedua orangtuaku di akhirat nanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s