Renungan Akhir Tahun

Tidak banyak waktu yang tersisa di penghujung 2014 ini. Bilangan angka yang terlewati dalam hidupa bahkan telah berubah 23 hari yang lalu. Melirik sekilas kertas yang tertempel di dinding sejak awal tahun lalu, dan sejenak terdiam. Apa saja yang sudah terlewat hampir setahun ini? Rasanya tidak banyak yang berubah. Atau mungkin banyak perubahan kecil yang tanpa sadar membentuk diriku saat ini.

Terlalu banyak kejadian yang tidak pernah terbayangkan sekalipun yang terjadi yang harus kulewati. Menyusun kembali rencana kehidupan yang telah bertahun dibuat yang kemudian harus berubah dalam sekejap. Belurang kali memantapkan hati untuk mengambil keputusan yang bahkan ujungnya masih buram. Percayalah, menyelesaikan program pasca sarjana pada tahun 2016 tidak pernah masuk dalam rencana hidupku. Allah menempaku dengan begitu banyak kejadian yang selalu memuatku terpana. Sungguh aku memang menulis lakon hidup yang kuinginkan namun pada akhirnya memang skenario-Nya lah yang harus kujalani. Membuat perbaikan di sana-sini, menulis ulang cerita yang harus dilakoni menyesuaikan jalan cerita-Nya.

Ini langkahku, walaupun payah bukan alasan menyerah. Ini langkahku, sedikit usaha sebagai penawaran sebagai pengiring pinta pada-Nya untuk memberi kesempatan menjalani kebaikan hidup di dunia dan akhirat. Satu impianku, di dekap kematian dalam dekapan keridhoan-Nya. Menjalani hidup yang mulia dan dikaruniai kematian yang syahid. Bukankah ujung dari setiap yang bernyawa adalah kematian?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s