Angin

Kamu kenapa?
Lagi, kamu bertanya dengan khawatir. Dan sekali lagi aku hanya menjawabnya dengan gelengan kepala.
Sungguh, kamu baik-baik saja?  
Tanyamu lagi  dengan mimik yang sama setiap kali aku sedang kacau.
Entah, rasanya hari ini mendung terlalu gelap. Semoga saja tidak ada badai setelahnya. Hanya itu kalimat yang akhirnya terlontar sebagai jawaban. Dan kamu tersenyum mendengarnya.
Lalu apa yang kamu tunggu? Bukankah kamu pernah bilang bahwa angin dapat membawanya pergi?
Aku hanya dapat tersenyum untuk menjawab pertanyaanmu.
Aku tidak apa-apa. Jawabku masih dengan senyum yang sama.
Bahkan angin yang kutunggu justru membawa mendung yang lebih tebal lagi. Kurasa bahkan angin pun sedang tidak berpihak padaku. Kataku dalam hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s