Teguran

Teguran dari Allah adalah salah satu bentuk penjagaanNya. Lewat teguran itu kita diarahkan untuk kembali berada pada jalan yang seharusnya. Teguran itu dapat mewujud sebagai apa saja. Adakalanya teguran itu berupa materi kajian yang ternyata menyentil kita. Atau diperoleh dari menyaksikan kisah disekitar kita. Sebaris kalimat yang dikeluarkan oleh beliau yang kita hormati sehingga susah untuk diabaikan. Atau dalam bentuk apapun. Dari mulai teguran lembut yang tidak terasa bagi mereka yang tidak peka atau bahkan teguran yang keras menusuk jiwa. 

Setitik kesombongan di hati yang mungkin saja tidak disadari dapat membuat kita ditegur Allah. Allah tegur tidak hanya lewat kata-kata nasihat seseorang kepada kita tetapi dengan Allah jungkir balikkan rencan yang sudah disusun dengan mudahnya. Hanya dalam hitungan detik. Karena satu baris kalimat. Begitu berkuasanya Allah atas segala sesuatu.

Pada kesempatan yang lain teguran itu datang lewat artikel atau tulisan yang menyentil telak nurani kita. Menunjukkan seberapa jauh jalan yang dilalui telah berbelok dan perlu untuk kembali. Atau suatu ketika Allah singkap sedikit saja sebuah aib dihadapan orang lain. Bisa jadi itu adalah teguran karena menyi-nyiakan karuniaNya yang menjaga keburukan kita dengan terus mengulan keburukan tersebut.

Serentetan agenda yang berantakan karena terlalu banyak maksiat yang dilakukan. Atau keresahan di hati karena melakukan perbuatan buruk. Mungkin saja keduanya adalagh bentuk lain dari keduaNya. Teguran yang datang dalam bentuk halus tidak selalu disadari. Butuh kepekaan untuk menyadari ada yang butuh dibenahi lagi. Ada yang Allah tidak sukai dari kita. Ada yang Allah cemburui pada kita. 

#day11

Semoga Allah senantiasa menjaga kita. Tidak Dia biarkan kita terlena dalam keburukan dan tidak lagi merasa bersalah karena maksiat kita sebagai bentuk Allah tidak lagi peduli. 

Advertisements

Kehidupan

Rinai hujan masih setia menemani
Melengkapi hawa dingin yang menyelimuti
Menghapus jejak terik mentari
Menghadirkan aroma tersendiri

Aku masih di sini
Menghabiskan sisa usia yang menjadi misteri
Menanti kunjungan izrail yang sudah pasti
Berharap setiap langkah memiliki arti

Aku masih di sini
Berusaha menjauhkan dunia dari hati
Meletakkannya dalam genggaman
Menjadikannya peluang kebaikan

Aku masih di sini
Bersama lautan kesalahan
Yang selalu mengharap ampunan
Dijauhkan dari siksa di ujung kehidupan

#day10

Kematian

Misteri yang pasti akan datang. Sesuatu yang tak terindera tapi nyata adanya. Bahkan waktu pun tidak dapat mendefinisikan kapan pastinya ia akan datang. Menjemput setiap kehidupan. Kullu nafsin dzaiqotul maut. JanjiNya adalah kepastian. Lalu apa yang sudah kita siapkan?

Aku, kamu, kita semua pada saatnya akan pergi. Meninggalkan semua kefanaan. Berjalan ke arah pengadilan amalan. Tak lagi ada kekayaan dan segala kemewahan yang bisa dibawa. Hanya lembaran kafan dan amalan yang menemani. Lalu amalan apa yang akan kita minta untuk menemani?

#day9

Semoga ujung hidup kita adalah khusnul khotimah. Diperkenankan olehNya bertetangga dengan kekasihNya di surga abadi. 

Teratur

Keindahan Islam tampak pada semua aspek. Ketika dicermati lebih jauh ada begitu banyak perintilan yang terkesan remeh temeh tapi justru menunjukkan jika Islam sangatlah teratur. Adab-adab Islam sangat lengkap mengatur seluruh aktivitas. Selain itu ada paket lengkap yang dapat dijadikan contoh. Manusia terbaik, Rasulullah shollallohu ‘alaihiwasallam. Sunnah-sunnah beliau baik dalam bentuk hadis maupun tindakan menunjukkan berbagai keteraturan.

Tindakan sepele yang mungkin terlupa seperti mendahulukan yang kanan ketika melakukan kebaikan jika diperhatikan dan diterapkan maka tidak mungkin tidak rapi dan teratur. Sebagai contoh, untuk masuk masjid kaki kanan didahulukan dan keluar dengan kaki kiri. Kemudian menggunakan alas kaki dengan mendahulukan kaki kanan. Rangkaian kegiatan sepele yang sering kita lakukan tersebut jika dilakukan terus menerus secara tidak langsung mendidik kita untuk tidak terburu-buru. Karena tidak mudah keluar dengan kaki kiri tetapi mendahulukan kaki kanan untuk memakai alas kaki ketika tergesa-gesa. Selain itu, kita diajarkan untuk menyelesaikan satu perbuatan secara sempurna untuk kemudian baru berpindah ke pekerjaan selanjutnya.

Seberapa sering kita tidur dengan kondisi berwudhu dan didahului do’a? Ketika kita konsisten untuk dapat melakukannya maka kita belajar untuk mempersiapkan segala sesuatu. Apakah kita akan ingat untuk berdo’a sebelum menutup mata jika tertidur dan bukannya berniat untuk tidur? Perbuatan yang sepertinya tidak penting tapi mungkin saja menjadi penentu akhir kehidupan jika ternyata kita tidak pernah bangun lagi.

Begitu banyak adab-adab yang menjadikan kehidupan seorang muslim teratur dan indah. Tentunya ketika semua itu dilakukan dan bukan hanya berhenti sebagai bacaan. Allah itu indah dan menyukai keindahan. Satu hadis singkat tersebut sepertinya cukup mewakili bagaimana seharusnya seorang muslim terlihat.

#day8

 

Waktu Istimewa

Waktu yang terpaksa habis di jalanan bagi manusia-manusia tanggung semacam Saya ini ternyata cukup banyak. Minimal 1 jam perjalanan dalam waktu satu hari. Itu diluar perjalanan lain yang membutuhkan waktu singkat dan dalam rute pendek. Cukup banyak sampai rasanya sayang sekali jika berlalu begitu saja.
Menjadi salah satu keinginan, waktu dalam perjalanan itu dapar diisi dengan mengulang kembali hafalan. Rasanya cukup banyak ayat yang dapat diulang dalam rentang waktu yang cukup panjang itu. Tentunya jika hafalan yang dimiliki cukup baik sehingga tidak habis hanya untuk mengingat. Atau minimal lisannya selama dalam perjalanan basah dengan dzikir atau lantunan do’a. Ketimbang hanya bengong atau memikirkan hal-hal tidak penting. Sayang sekali waktu yang dapat diisi dengan hal yang bermanfaat berlalu begitu saja. 
Nyatanya tidak mudah membawa ke arah seperti itu. Mengisi dengan muroja’ah tidak selalu berjalan lancar ketika ada ayat yang terlupa. Atau justru kadang malah lupa untuk mengisi waktu dalam perjalannan tersebut dengan sesuatu yang bermanfaat. Tapi justru karena tidak mudah itu ia menjadi istimewa. Seistimewa mereka yang dapat mengisi waktu-waktu antara tersebut dengan kebaikan berlimpah. 
#day7

Dan pada saatnya nanti akan ditanyakan padamu, untuk apa waktumu kamu habiskan. Siapkah kita dengan jawaban yang kita miliki?

Dijaga dan Menjaga

Selamanya ketaatan tidak pernah sejalan dengan kemaksiatan. Sepertinya benarlah kalimat itu. Linier dengan keimanan yang naik dengan ketaatan dan turun karena maksiat. Taat dan maksiat akan selalu berbanding terbalik. Kebaikan dan keburukan itu rasanya saling terkait satu sama lain. Ketika ada satu kebaikan yang dilakukan, kebaikan itu seolah memancing kebaikan-kebaikan lain dan berlaku pula untuk kemaksiatan.

Salah satu pesan Rasulullah SAW kepada Ibnu Abbas suatu ketika, Jagalah Allah niscaya Allah akan menjagamu. Pesan yang sarat makna dan perlu untuk diingat-ingat. Dunia penuh tipu daya, perlu sesuatu untuk memastikan kita selamat melewatinya. Tidak ada yang memiliki penjagaan yang lebih baik dari Dia, Sebaik-baik Penjaga. Maka sewajarnya kita menjaga diri dengan menjaganya.

Berusaha untuk selalu menjagaNya dan kamu akan mendapati ada banyak kebaikan yang menghampiri. Entah dalam bentuk apa. Jika orang yang mengisi waktunya dengan kesia-siaan adalah bagian dari mereka yang merugi, maka bersyukurlah ketika Allah memberi kesibukan yang bermanfaat. Mungkin itu caraNya menjagamu. Ketika rutinitas harian baik dan rasanya enggan untuk melakukan hal yang aneh-aneh, bisa jadi itu bagian dari penjagaanNya untukmu. Ketika ada rutinitas yang berkurang kualitas dan kuantitas dan masih ada rasa bersalah, bisa jadi itu masih menjadi pertanda Dia masih menginginkan kebaikan ada padamu. Berusahalah untuk selalu dekat dan mendekat. Ketika tersadar sudah mulai menjauh, berhenti, kemudian berbalik untuk kembali. Agar senantiasa ada dalam penjagaan terbaik.

#day6

اخفظ الله يخفظك

 

Kado

Tidak ada kotak yang terbungkus kertas kado
Tidak pula kue berhias dan lagu
Atau kejutan gempita membahana
Hanya ada untaian panjang do’a dalam sunyi dan sepi
Untukmu yang tak akan pernah terganti

Peluh, darah, dan air mata bukti pengorbanan
Tidak akan sebanding dengan dunia
Kenikmatan kekal yang pantas menjadi harga
Sembah takzimku tak akan pernah pernah cukup membayarnya
Kasih dan do’a tulusmu sepanjang perjalanan
Tanpa pinta tanda jasa
Tanpa harap kembali apapun
Tulus ikhlas lepas diberikan

#day5
0511. Barakallah fii umrik. Tak ada yang lebih kuharapkan untukmu selain anugerah surga sebagai ganjaran seluruh jerih payah dan pengorbananmu. Satu hadiah yang ingin kusematkan padamu, sebuah mahkota kemulian dari sisiNya. Semoga Allah beri umur dan kesempatan menyelesaikannya. Aku sayang sekali padamu. Maaf karena tidak mengucapkan apa-apa langsung dihadapanmu. 

Tulisan ini aku dedikasikan untuk dia yang tidak akan tergantikan. Surgaku ada di telapak kakinya.